Masih Sering Pura-pura Bahagia ? Awas, Kenali 3 Dampak Berikut untuk Hidup Anda

Masih Sering Pura-pura Bahagia ? Awas, Kenali 3 Dampak Berikut untuk Hidup Anda – Sedikit banyaknya, pernahkah kamu merasa cemburu melihat teman atau saudaramu yang selalu bahagia ?

Jika memang benar, sebaiknya Anda coba berpikir ulang dan perlu mempelajari kembali sebuah ungkapan pepatah yang mengatakan bahwa “tak ada gading yang tak retak“.

Tentu saja, semua manusia yang hidup di muka bumi ini pasti pernah memiliki masalah dengan porsi dan bentuk yang beragam.

Namun dewasa ini, banyak orang yang memilih mempertontonkan sisi kebahagiaan nya saja di muka umum termasuk pada media sosial.

Benar saja, itu bukanlah hal yang salah, karena dengan demikian privasi image hidup Anda akan terjaga dengan sangat baik dan rapi.

Masih Sering Pura-pura Bahagia ? Awas, Kenali 3 Dampak Berikut untuk Hidup Anda

Masih Sering Pura-pura Bahagia ? Awas, Kenali 3 Dampak Berikut untuk Hidup Anda

Perihal bahagia, siapa yang tak menginginkannya ? Tentu saja, semua orang ingin bahagia. Namun hidup kan bagaikan roda yang berputar, jadi tak selamanya orang akan bahagia dan begitu pun sebaliknya.

Bahagia ? Tentu semua orang berhak mendapatkannya dan tentu saja itu adalah hal yang sangat baik. Namun apa kabar dengan pura-pura bahagia ? Apa konsep tersebut memang baik atau justru sebaliknya ?

Faktanya, tak semua kondisi bisa dihadapi dengan senyuman. Karena seperti yang kita tahu, bahwa sejatinya hidup tak akan selamanya mulus atau selalu berpihak pada kita.

Setidaknya 1 dari 365 hari dalam setiap tahunnya mungkin kita akan melewati beberapa hari dimana, hati kita menjadi tertekan, bosan, muak, jenuh, merasa terabaikan, bahkan tak ada gairah untuk melanjutkan kehidupan.

Meskipun pada umumnya, banyak diantara kita yang memilih untuk menutup-nutupi kondisi tersebut dengan senyuman atau seolah-olah merasa tak ada masalah dan tampak bahagia.

Namun ternyata itu adalah kondisi yang salah lho guys. Pura-pura bahagia tidak selamanya menjadi jalan terbaik untuk mengatasi kondisi yang ada. Bahkan senyuman terkadang tidak akan membantu apa-apa.

Karena tahukah Anda ?

Pura-pura bahagia ternyata dapat merusak dan justru akan semakin memperburuk suasana hati dan juga mental Anda.

Tak semua kondisi bisa diselesaikan dengan senyuman. Karena ingat ! senyuman atau kebahagian bukan patokan bahwa seseorang memiliki emosi yang stabil dan ideal.

Ketika Anda tengah merasakan kesedihan atau tengah mengalami suasana hati yang buruk, maka akan jauh lebih baik jika Anda melepaskan beban Anda dengan cara yang lebih bijak dan bukan kepura-puraan.

Karena selain memburuk suasana hati dan mental Anda, pura-pura bahagia juga dapat memicu dampak yang buruk untuk kesehatan emosional Anda.

Sebuah hasil penelitian yang diterbitkan pada Jurnal Emotion menemukan fakta bahwa pura-pura bahagia akan memicu seseorang untuk terobsesi pada kegagalan dan juga perasaan negatif terhadap diri sendiri secara kotinyu.

Jadi, bukan kebahagiaan yang akan di dapat, justru pura-pura bahagia bisa menyebabkan Anda semakin stres dan depresi.

Salah seorang psikolog sosial dari University of Melbourne School  of Psychological Sciences Australia Brock Bastian menyebutkan bahwa bahagia adalah hal yang sangat baik, namun pura-pura bahagia tidak akan berujung baik.

Adapun beberapa dampak yang bisa ditimbulkan oleh sikap pura-pura bahagia diantaranya :

  1. Memperburuk Suasana Hati

Seperti yang telah kita sebutkan diatas, bahwa hidup itu berputar. Ada kalanya kita bahagia , tertawa, diam, hanya sekedar menyimak dan ada kalanya kita bersedih.

Dan sayangnya, mengcover kesedihan dengan pura-pura bahagia dapat memperburuk suasana hati dan membuat kesedihan diantara luka semakin mendalam.

  1. Membuat Kita Lemah dan Semakin Mudah Tertekan

Menurut seorang ahli psikolog asal Denmark bernama Brinkmann menyebutkan bahwa terlalu terobsesi dengan kebahagiaan justru akan semakin memicu rasa stres dan depresi yang semakin mendalam.

Hal ini terkait dengan kenyataan yang tak sesuai dengan harapan dan ekspektasi.

  1. Menciptakan Rasa Tidak Puas Dalam Hidup

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brock Bastian yang merupakan seorang psikolog asal Australia.

Mengungkapkan hasil penelitiannya bahwa dari beberapa kelompok partisipan yang memaksakan diri untuk bahagia lebih intens memikirkan hal negatif dibanding dengan partisipan yang tidak dipaksa untuk bahagia.

Secara garis besar kondisi ini menunjukkan bahwa partisipan kelompok pertama cenderung lebih mungkin untuk mengalami stres dan depresi dibandingkan dengan kelompok partisipan kedua.

Posted by : ASTV Official

You might like

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *