Anda Sedang Hamil ? Yuk Segera Hindari 12 Pantangan Berikut Ini

Anda Sedang Hamil ? Yuk Segera Hindari 12 Pantangan Berikut Ini – Sebagian besar wanita sebenarnya masih dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari mereka selama kehamilan berlangsung.

Hanya saja, mungkin mereka hanya memerlukan sedikit moderasi atau beberapa perbuhan kecil terhadap gaya hidup mereka.

Kesehatan dan keselamatan ibu dan janin yang tengah berkembang menjadi perhatian utama selama kehamilan.

Anda Sedang Hamil ? Yuk Segera Hindari 12 Pantangan Berikut Ini

Anda Sedang Hamil ? Yuk Segera Hindari 12 Pantangan Berikut Ini

Jadi, menghindari segala sesuatu yang akan membahayakan kondisi kesehatan ibu dan janin seperti mengonsumsi makanan tertentu dan melakukan kegiatan ektrem merupakan hal yang harus dilakukan.

Oleh karena itu, kali ini kami ingin membahas 13 hal yang sebaiknya memang tidak boleh dilakukan oleh seorang ibu hamil dengan alasan yang tepat.

  1. Sauna

Jika sebelum Anda hamil, sauna atau berendam di dalam air panas menjadi kebiasaan untuk membuat tubuh menjadi rileks kembali. Namun selama kehamilan sebaiknya Anda tidak melakukannya lagi.

Pasalnya, menurut American Pregnancy Association menyebutkan bahwa sauna atau mandi air panas dapat menyebabkan hipertermia. Yang pada akhirnya akan menyebabkan kelainan pada kehamilan Anda saat ini.

Adapun beberapa kegiatan lain yang dapat menyebabkan hipertermia selama kehamilan diantaranya ialah :

  • Berjemur terlalu lama
  • Dehidrasi
  • Paparan panas yang cukup ekstrim
  • Latihan berat
  • Pilates atau yoga panas.
  1. Olahraga Fisik

Berpartisipasi menjadi olahragawan terkait dengan kontak fisik seperti tinju menjadi salah satu penyebab meningkatnya resiko solusio plasenta.

American College of Obstetricians dan Gynecologist sangat merekomendasikan agar wanita hamil menghindari berbagai olahraga kontak seperti sepak bola dan atau tinju.

Pasalnya, olahraga kontak dapat meningkatkan resiko solusio plasenta yang merupakan pemisah antara prematur plasenta dari dinding uterus.

Solusio plasenta sendiri adalah suatu kondisi parah yang menyebabkan seorang wanita hamil mengalami persalinan premarut, keguguran hingga janin mati di dalam rahim.

Selain itu, ternyata wanita hamil juga lebih rentan cidera karena ada begitu banyak perubahan hormon di dalam tubuh yang menyebabkan ligamen menjadi lebih longgar.

  1. Aktivitas dengan Resiko Jatuh

Berbagai aktivitas yang sangat rentan dengan resiko jatuh seperti bermain ski, panjat tebing hingga menggunakan sepatu hal tinggi, sebaiknya memang harus dihindari mulai dari sekarang.

Selama kehamilan, maka pusat gravitasi akan bergeser saat mulai mengembang. Sehingga penurunan kecil saja dapat mengakibatkan cidera yang cukup serius.

  1. Menghindari Tempat Sampah

Sebaiknya seorang suami tidak membiarkan istrinya yang tengah hamil membersihkan tempat sampah. Bukan untuk memanjakan.

Namun tempat sampah yang cenderung kotor dapat menyebabkan seorang wanita hamil beresiko tinggi terinfeksi bakteri toksoplasmosis.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa jika seorang wanita hamil menyalurkan bakteri toksoplasmosis ke janin, maka hal yang dikhawatirkan pada janin ialah :

  • Kehilangan indera penglihatan
  • Kerusakan otak
  • Cacat intelektual.
  1. Angkat Berat

Menurut American Pregnancy Association, wanita hamil harus segera menghindari angkat berat karena dapat meningaktakan beberapa resiko berikut ini :

  • Hernia
  • Otot yang ditarik
  • Berat badan rendah, dan
  • Persalinan prematur.
  1. Merokok

Tak hanya membahayakan janin di dalam kandungan, namun rokok juga dapat membahayakan kesehatan ibu hamil.

Pasalnya, racun-racun di dalam rokok dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, penyakit kanker paru-paru dan beberapa masalah lain baik selama atau setelah kehamilan :

  • Persalinan prematur
  • Kelainan bawaan seperti bibir sumbing
  • Sindrom kematian bayi mendadak
  • Masalah dengan plasenta.
  1. Narkoba

Meskipun pada dasarnya penggunaan obat-obatan terlarang memang selalu berbahaya, namun hal tersebut bisa jauh lebih berbahaya selama kehamilan.

Menggunakan obat-obatan terlarang selama kehamilan dapat menyebabkan bayi yang baru lahir mengalami sindrom abstinensi neonatal (NAS). Sementara itu, bayi dengan NAS akan mengalami penarikan zat saat lahir.

Selain itu, penggunaan narkoba juga akan meningkatkan resiko kaguguran, bayi lahir dalam keadaan mati dan kelainan bawaan.

  1. Obat Tanpa Resep Dokter

Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, sebaiknya Anda selalu memastikan bahwa obat apapun itu yang akan Anda konsumsi selama masa kehamilan harus disertai dengan resep dokter.

Sementara itu, pada umumnya dokter akan menyarankan Anda untuk tidak mengonsumsi beberapa obat berikut selama kehamilan.

  • Ibuprofen
  • Obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (NSAID)
  • ACE inhibitor
  • Beberapa obat flu pada trimester pertama
  • Obat pilek yang mengandung bahan tertentu
  • Beberapa obat jerawat.
  1. Beberapa Jenis Latihan Olahraga

Pada dasarnya, dokter akan merekomendasikan agar wanita hamil rutin berolahraga. Namun ternyata, ada beberapa jenis olahraga yang tidak cocok selama kehamilan.

Seperti olahraga yang melibatkan latihan melompat, perubahan arah yang tiba-tiba, gerakan tersentak latihan perut dan punggung seperti situp.

  1. Minum Alkohol

Minum alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai gangguan spektrum alkohol janin.

Nah, gangguan spektrum janin ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kelainan fisik, masalah prilaku, cacat intelektual, kejang, pertumbuhan yang buruk, keterlambatan perkembangan dan mengurangi keterampilan motorik.

  1. Makanan Tertentu

Menghindari beberapa jenis makanan tertentu sebenarnya merupakan suatu kondisi yang sangat umum selama kehamilan dengan alasan adanya perubahan indera penciuman atau karena hal lainnya.

Adapun beberapa jenis makanan yang harus dihindari wanita hamila ialah :

  • Jus dan susu yang tidak dipasteurisasi
  • Ikan yang tinggi merkuri
  • Daging dan ikan yang mentah
  • Telur yang tidka dimasak, dan
  • Beberapa jenis keju lunak.
  1. Kafein

Dengan cara yang sama seperti alkohol, kafein juga dapat melintasi kehamilan dan masuk dan mempengaruhi janin di dalam rahim.

Beberapa para ahli percaya bahwa mengonsumsi kafein dalam julah berlebih dapat mengakibatkan resiko yang cukup berbahaya untuk janin seperti kguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Noted : Jadi pada intinya, Anda masih tetap bisa melanjutkan sebagian besar kegiatan normal selama kehamilan. Namun tetap harus didampingi dengan tindakan pencegahan.

Nah, itulah sekilas informasi perihal hal-hal apa saja sih yang harus dihindari oleh eseoranga wanita hamil. Baiklah, semoga informasi ini dapat membantu.

Terimakasih telah bergabung bersama kami dan sampai jumpa di artikel yang selanjutnya ya Bu.. 😉

Posted by : ASTV Official

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *