Menelusuri Perkembangan Kehamilan Anda dari Minggu Ke 3

Menelusuri Perkembangan Kehamilan Anda dari Minggu Ke 3 – Seperti yang telah kita ketahui, bahwa sejatinya kehamilan dimulai ketika sperma membuahi sel telur.

Kondisi ini pada umumnya terjadi dalam kurun waktu 2 minggu setelah hari pertama periode haid. Dalam beberapa minggu kehamilan, mungkin seorang wanita tidak akan mengalami gejala apapun.

Bahkan tak jarang banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa mereka tengah hamil hingga mereka kehilangan periode haid yang selanjutnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, Anda akan disuguhkan dengan informasi seputar perkembangan kehamilan dari sejak pembuahan hingga dalam 5 minggu pertama kehamilan.

Menelusuri Perkembangan Kehamilan Anda dari Minggu Ke 3

Menelusuri Perkembangan Kehamilan Anda dari Minggu Ke 3

Sebenarnya, fitur ini adalah bagian dari serangkaian informasi perihal kehamilan.

Artikel ini juga akan memberikan ringkasan dari setiap tahap kehamilan, apa yang diharapkan serta wawasan tentang bagaimana bayi Anda berkembang di dalam rahim dari usia kehamilan 3 minggu.

Fertilisasi

Agar terjadi pembuahan, maka sperma harus menembus dan bertemu dengan sel telur. Sementara itu, ovulasi adalah proses ketika ovarium melepaskan sel telurnya.

Tergantung pada lamanya siklus menstruasi seseorang, maka ovulasi biasanya akan terjadi sekitar 2 minggu setelah hari pertama menstruasi berakhir.

Oleh karena itu, komunitas medis kerap kali mengukur kehamilan seseorang dari hari pertama periode terakhir menstruasi. Bahkan jika pembuahan terjadi beberapa hari setelah periode berakhir.

Misalnya, ketika seorang wanita memiliki periode paling baru yang dimulai pada 1 Juni dan pembuahan terjadi pada 14 Juni. Maka wanita tersebut akan diklaim memiliki kehamilan 2 minggu, meski pembuahan baru saja terjadi.

Bagaimana Hal Tersebut Bisa Terjadi ?

Agar terjadi pembuahan, maka sperma harus masuk ke dalam vagina. Dan kondisi ini ternyata tidak selalu terjadi melalui hubungan seksual.

Nah, sperma yang telah masuk ke dalam vagina akan melewati pembukaan leher rahim dan terus bergerak menuju saluran tuba fallofi.

Sementara itu, para ahli medis akan menyebut sel telur yang telah dibuahi dan selesai di implantasi sebagai embrio.

Setelah itu, sejak minggu ke sembilan kehamilan hingga kehamilan berakhir, maka embrio tersebut akan yang tengah berkemabng tersebut dengan sebutan janin.

Fertilisasi in-vitro

Pembuahan in-vitro adalah sejenis pembuahan yang terjadi diluar tubuh. Sel telurnya sendiri berasal dari donor atau wanita yang memiliki keinginan untuk hamil.

Dan saat itu, para dokter spesialis akan bekerja di labolatorium untuk bekerja untuk membantu membuahi sel telur dengan sperma yang memang telah disumbangkan.

Setelah maksimal 6 hari, maka dokter spesialis tersebut akan memindahkan satu atau lebih sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim wanita tersebut.

Tujuannya ialah agar salah satu sel telur yang dibuahi tersebut dapat ditanamkan dan dapat berkembang di dalam tubuh.

Apa itu kromosom ?

Kromosom adalah sejenis hormon yang akan membantu menentukan jenis kelamin serta membantu menentukan perkembangan sel tubuh lain pada bayi belum lahir.

Ketika sel telur dan sperma mulai bersatu, maka mereka akan membentuk zigot. Dan zigot tersebut pada umumnya memiliki sekitar 46 kromosom (23 wanita dan 23 pria).

Disisi lain, kromosom disebut juga sebagai struktur sel yang sangat kecil seperti benang. Dan setiap masing-masing kromosom ternyata membawa sekitar 2.000 gen.

Selain menentukan jenis kelamin, kromosom juga dapat membantu menentukan warna rambut janin, warna mata, warna kulit, golongan darah dan tinggi badan.

Lantas seberapa besar perkembangan bayi pada minggu ke 3 ?

Pada usia kehamilan 3 minggu, maka sel telur yang telah dibuahi atau zigot akan berukuran sekitar 0.1 mm dan terlalu kecil untuk dilihat.

Zigot tersebut akan menghabiskan beberapa hari untuk melewati tuba fallopi. Nah selama waktu tersebut, zigot akan berkembang menjadi morula atau sebuah bola sel berukuran 12-15.

Seiring berjalannya waktu, morula tersebut akan menjadi kumpulan sel yang lebih besar dan disebut dengan blastocyst.

Dan tahukah Anda ?

Pada minggu ke-4, blastocyst akan ditanamkan ke dalam dinding rahim. Blastocyst sendiri memiliki bagian luar dan bagian dalam, nah bagian dalam pada akhirnya akan berkembang menjadi embrio.

Sementara itu, bagian luar akan berkembang menjadi plasenta atau kulit luar yang akan memberikan perlindungan dan makanan bagi embrio yang sedang tumbuh.

Pada minggu ke-5, dokter mungkin akan merujuk bayi sebagai embrio yang memiliki ukuran sebesar biji wijen. Sementara pada minggu ke-6 bayi tersebut mungkin akan berkembang menjadi seukuran lentil.

Well, itulah perkembangan janin dalam kandungan dari mulai minggu ke 3. Semoga informasi ini dapat membantu.

Terimakasih telah mengikuti kami hingga akhir dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.. 😉

Posted by : ASTV Official

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *